"Ya Allah, jadikanlah hamba Mu ini mencintai orang beriman dan jadikanlah orang yang beriman mencintaiku."

(HR Muslim)

09 July 2010

Bicara Tuhan

Bismillahirrahmanirrahim.

Bersyukurlah andai terbit rasa ketidakmampuan,
Itu tandanya hamba sentiasa perlukan tuhan...

DIA sedang berbicara denganmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah andai diri merasa keletihan,
Itu tandanya hamba sentiasa perlukan tuhan...

DIA sedang berbicara denganmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah andai hatimu diterjah kekecewaan,
Itu tandanya hamba perlukan tuhan...

DIA sedang berbicara denganmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah andai hatimu diamuk kesepian,
Iitu tandanya hamba perlukan tuhan...

DIA sedang berbicara denganmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah andai dirimu terasa sendirian mengharungi segala tanpa teman,
Itu tandanya hamba perlukan tuhan...

DIA sedang berbicara denganmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah andai kehilangan sebuah kekuatan,
Itu tandanya hamba perlukan tuhan...

DIA sedang berbicara denganmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah andai jiwamu merintih untuk sebuah ketabahan,
Itu tandanya hamba perlukan tuhan...

Bersyukurlah atas segala keperitan dan kepayahan yang disalurkan,
Kerna di situ lahirnya jiwa rasa hidup berTUHAN!

DIA sedang mentarbiyyahmu dengan caraNya tersendiri!

Bersyukurlah!
Bersyukurlah!
Bersyukurlah!

Kerna kau menjadi pilihanNya!

Biar segunung ujian didatangkan,
Kentalkan jiwa dengan haruman ketaqwaan,
Moga ianyakan menjadi saksi di hari pertemuan!


Alhamdulillah, puisi yang indah karangan yang lahir dari hati yang meletakkan jiwanya pada paras yang rendah sehingga menjentik hati-hati yang lalai untuk kembali muhasabah. Jazakillah pada penulis puisi ini, moga Allah memberkati kehidupanmu :)

Hati itu andai dibiarkan dalam genggaman Allah dan larut dalam keagungan Nya, insya Allah akan sentiasa aman dalam peliharaan Allah. Andai dibiarkan tanpa mengikat (tali penghubung) pada Allah, akan buas dan ganas dalam mentadbir urusan hati yang akhirnya mematikan fungsi akal yang dikurniakan Allah kepada manusia.

Hati itu berbolak balik sifatnya, terkadang di atas terkadang di sisi dan mungkin dalam beberapa saat akan berubah berada di bawah. Kedudukan hati juga terkadang damai sedamai di taman yang indah, terkadang umpama ditiup angin beliung sehingga goyah tergonggang, ada waktu dan ketika bagai diterpa taufan sehingga terduduk lemah di bumi, ada waktu terdampar di pesisir kerana sentapan tarbiyyah lembut dari Allah tidak dihiraukan sehingga Dia menyentap untuk menyedarkan hati yang lalai, "Hai manusia, kembalilah kepada Tuhanmu. Kembalilah kepada jalan yang Aku redhai."

Hati itu kadang kala bicaranya melunak, sehingga air mata jatuh merembes di pipi. Tatkala hening pagi menyapa, embun menitis mengucapkan salam buat hati-hati yang sedang khusyuk mengadap Ilahi. Pada sembah dan sujudnya pada Rabbi, embun-embun yang menitis ke bumi menyirami hati-hati manusia yang selalu tunduk kepada Nya. Maka, segar dan selalu kelihatan berseri pada wajah yang lahir dari biasan hati yang indah. Masya Allah!

Hati itu ada ketikanya keras membeku, hujan lebat yang menyirami tandus hati yang gersang juga tidak mampu menyirami hati yang beku. Mazmumah yang berkarat likat pada hati, tompokan dosa yang melingkari sehingga membutakan fungsinya iman dan taqwa lalu tunduk pada nafsu dan maksiat. Allah... Allah...

Duhai hati, jangan engkau buas dengan dunia. Dunia ini tiada yang kekal, ia pasti ditinggalkan. Duhai hati, jangan engkau terpesona dengan dunia. Dunia ini bukan dicipta untuk bermukim di daerah hati tetapi sekadar di hujung jari agar mudah engkau melepaskannya.


Andai hati ini kepunyaan Dia, siapalah manusia untuk mencacinya.
Andai hati ini kepunyaan Dia, siapalah manusia untuk merobeknya.
Andai hati ini kepunyaan Dia, apakah sebenar takrifnya pada perbuatan kita?
Andai hati ini kepunyaan Dia, mengapakah masih lagho dengan dunia?

Hai hati... Dengarlah bicara dari Tuhanmu, kerana hati itu milik Yang Esa, letaknya dalam jasad manusia sebagai nakhoda pada kemudi layar kehidupan. Wahai diri, bawalah hatimu kembali kepada Tuhan!

Insyirah Soleha
Baiti Jannati

4 leaves:

mujahidah 9 July 2010 at 01:33  

MashaAllah..terima kasih kerana menjentik hati ini dengan titpan akak sendiri, terima kasih kerana menyampaikan bahasa hati itu dengan pena insyirah.. jazakillah ukhti!.

syauqah wardah 9 July 2010 at 02:43  

assalamualaikum akak sayang...

walau jauh di mata tetap dekat di hati... miz u so mUch... mmmuuuaaahh

moga tabah ya srikandi...

bidadari besi 9 July 2010 at 08:07  

salam sayang ukhty...

subhanallah...bergetar hati ini dengan bait ayat2 yang tertulis...
moga terus menerus dalam redhaNya ye...^_^

itekkiut 9 July 2010 at 12:11  

salam
minta izin copy dan link. :)

aSkiNg sOuL

Feeling alone?
Innallahha ma’ana

Saw evil act?
Inni akhafullah

Wishing something?
Fa’iza ’azamta fatawakkal’alallah

Missing somebody?
Ma fi qalbi ghairullah.

... syukran ...

Free Hit Counter Syukran 'ala ziarah ^_~

Silent Home

Silent Home
Bila emosi mengunci hati, lalu lahirlah ayat-ayat sepi sebuah monologku merentasi perjalanan menuju Rabbi :)

  © Template Lar Doce Lar por Emporium Digital Graphics Jenny's Grandchild and Irene's Corner

TOPO